DOWAN_Menjelang bulan Selo (Dzulqa'dah) masyarakat desa Dowan dan sekitarnya berbondong-bondong menuju lereng gunung Butak tepatnya di Telaga Lele untuk melaksanakan tradisi Nyadran. Tahun ini, Nyadran dilaksanakan hari ini jum'at, 17 April 2026. Dimulai pukul 06.30 WIB sampai selesai.
Tradisi Nyadran ini merupakan kegiatan turun temurun warga desa Dowan dan sekitarnya sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat rezeki dan kemakmuran warga sekitar lereng gunung Butak. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah gotong royong bersama warga menjaga kelestarian alam di gunung Butak baik pepohonan, tanaman-tanaman khas, dan juga menjaga kebersihan air telaga termasuk memberi makan ikan-ikan di telaga tersebut.
Ciri khas tradisi Nyadran di Dowan adalah memberi makan ikan-ikan di Telaga Lele yang lokasinya tepat dibawah kaki gunung Butak. Pemandangan yang tersaji juga sangat indah karena diatas telaga terbentang tegak nan tinggi gunung dengan pepohonan yang sangat lebat dan banyak burung berterbangan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Desa Dowan. Kegiatan sendiri langsung dihadiri dan dipimpin oleh Kepala Desa Dowan. Tak sedikit juga Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa yang hadir. Adapun warga yang ikut menghadiri kegiatan ini adalah seluruh warga desa Dowan, dan beberapa warga terdekat dari desa Suntri, Tegaldowo, dan Bitingan.
Setelah masyarakat berkumpul di area telaga, kegiatan dibuka oleh Bapak Kadus Dowan, dilanjut sambutan dan arahan dari bapak Kepala Desa, dilanjutkan prosesi do'a dipimpin oleh Bapak Moden. Kemudian kegiatan di tutup dengan makan bersama dan memberi makan Ikan-Ikan di Telaga.